Senin, 09 April 2012


oleh Gugum Gumelar pada 7 April 2012 pukul 15:47 ·

hancurlah sayap tak berwarna
kau terlihat lemah
terbang sendirian dilangit warna biru pudar
bahkan takkan ada seorang pahami
mereka hanya tersenyum tuk diri sendiri

tak ada perubahan yang membuktikan
ngerinya saat sendiri dan terdiam
ditemani hanya cahaya lilin di kala malam gelap
hanya suara membisu yang membutuhkan isi hati mengisi kekosongan
aku tak tahu lagi

walau sekedar hanya mimpi
aku takkan pernah bebas tak perlu lagi menuju angkasa
kalau mampu kuhapus semua
semua itu kan memilih untuk melanjutkan hidup

hancurlah sayap tak berwarna
kau terlihat lemah
terbang sendirian dilangit warna biru pudar
bahkan takkan ada seorang pahami
mereka hanya tersenyum tuk diri sendiri

mencoba melawan harga diri
takkan dengan merendahkan hati
perkenalan diatas kesadaran kita
tercermin dari kaca
degupan udara hanya akan terus menunjukan cinta kotor
buat ku tersesat

di dalam perjalanan waktu
luka secara bertahap
berubah menjadi goresan yang sakit
kau takkan menunggu sampai sembuh
sampai kembali semula takkan ada banyak waktu

goresan yang tlah menyakitkan takkan pernah sama
dengan sebuah bukti jika aku melindungimu
dan semua doa yang tlah menuntunkan
takkan ada cinta yang bisa dimiliki lagi

terkadang didunia ini yang terus berputar
memberikan penerangan saat kita tersesat
kami yang berpaling di lahan yang kering
hanya bisa menangis dengan sepuas tanpa henti

(Mengapa kita slalu sendiri)

kau tak perlu mengambil semua beban yang kau trima

(Mengapa kita slalu sendiri)

semua itu takkan sama dengan keberanian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar